Cari Tahu tentang KPR Renovasi Rumah, Yuk!
Apa itu KPR renovasi rumah? Untuk apa tujuan pengajuannya? Apa syarat pengajuan dan bagaimana cara mendapatkannya?

Masalah perumahan bukan hanya ada pada mereka yang belum punya rumah saja. Mereka yang sudah memiliki hunian kadang juga membutuhkan dana tambahan untuk memperbaiki atau merenovasi rumah mereka. Renovasi rumah dibutuhkan ketika ada bagian rumah yang rusak atau ada ruangan yang harus ditambah.
Biaya renovasi rumah tentu tidak sedikit. Untungnya, kamu bisa mengajukan kredit atau pinjaman untuk merenovasi rumah lewat KPR renovasi. Ingin tahu lebih jauh mengenai KPR renovasi rumah? Yuk, langsung simak pembahasannya berikut ini!
Baca juga: Panduan Lengkap KPR
Bisakah KPR untuk Renovasi Rumah?
Kalau kamu bertanya-tanya apakah bisa mengambil KPR untuk tujuan renovasi rumah, jawabannya: bisa! Berbagai bank di Indonesia menyediakan fasilitas KPR untuk nasabah mereka yang ingin merenovasi rumahnya.
Fasilitas pembiayaan yang diberikan adalah pembiayaan konsumtif untuk tujuan renovasi properti berupa rumah tinggal, rumah kantor, rumah toko, maupun vila dan apartemen. Nilai pinjaman yang diberikan berbeda-beda, tergantung kebutuhan dan kemampuanmu untuk membayar cicilan.
Apa Itu KPR Renovasi Rumah?
KPR renovasi rumah pada dasarnya sama dengan KPR untuk membeli rumah, hanya saja tujuan kredit adalah untuk renovasi. Di Indonesia, ada 3 jenis kredit yang bisa digunakan untuk renovasi rumah, tergantung pada ada atau tidaknya jaminan dari debitur serta plafon maksimal yang disediakan oleh bank. Jenis-jenisnya adalah:
Kredit Multiguna untuk Renovasi Rumah
Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 05 Tahun 2015 disebutkan bahwa kredit multiguna merupakan jenis pembiayaan yang disediakan untuk kebutuhan konsumsi debitur, bukan untuk sesuatu yang bersifat produktif (seperti modal usaha) sesuai dengan tenor yang diperjanjikan.
Kredit multiguna tidak hanya disediakan oleh lembaga perbankan saja. Saat ini banyak juga lembaga pembiayaan non-perbankan yang menyediakan produk kredit multiguna (yang terdaftar di OJK). Untuk bisa mengajukan kredit multiguna, kamu membutuhkan modal berupa jaminan atau agunan. Jika tujuannya untuk merenovasi rumah, agunan yang bisa dipakai adalah sertifikat tanah.
Top Up untuk Renovasi KPR
Selain dengan menggunakan kredit multiguna, kamu juga bisa memperoleh pembiayaan untuk renovasi rumah dengan menggunakan fitur top up KPR yang disediakan oleh bank. Lalu, apa itu top up KPR?
Top up KPR merupakan tambahan kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah yang masih dalam masa KPR dengan menggunakan rumah, apartemen, ruko atau rukan sebagai jaminan. Syaratnya, bangunan 100% dalam kondisi jadi. Masa top up bisa dilakukan 1 x dalam 24 bulan dan dianggap sebagai kredit pembiayaan yang baru.
Kredit Tanpa Agunan
Jika kamu tidak punya agunan, kamu bisa mengajukan kredit untuk renovasi rumah lewat KTA (Kredit Tanpa Agunan). KTA bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan yang sifatnya konsumtif mulai dari biaya pendidikan, modal kerja, dan tentu saja renovasi rumah.
Karena tidak ada agunan, nilai plafon yang diberikan oleh bank juga cenderung lebih kecil, yakni antara Rp200 sampai Rp300 juta saja. Berbeda dengan kredit multiguna yang plafonnya bisa mencapai Rp500 juta sampai miliaran rupiah.
Keunggulan dan Kekurangan KPR Renovasi Rumah?
Produk KPR renovasi rumah memiliki berbagai keunggulan dan kekurangan. Salah satu kelebihannya adalah bunga yang cenderung lebih rendah (berkisar antara 9% sampai 13% per tahun). Tidak hanya itu, tenor pinjaman juga cukup panjang. Bisa sampai 30 tahun dengan plafon yang juga besar. Ini juga membuat angsuran jadi lebih ringan.
Selain berbagai kelebihan di atas, KPR renovasi rumah juga memiliki kekurangan yakni dibutuhkan agunan, terutama untuk jenis KPR multiguna dan KPR Top Up. Tak hanya itu, kredit untuk renovasi rumah juga membutuhkan proses yang lebih rumit dengan syarat yang ketat.
Kekurangan lain yang juga perlu kamu pikirkan adalah nilai maksimal anggaran hanya 80% dari seluruh kebutuhan biaya renovasi. Artinya, kamu masih harus mencari 20% biaya tambahan lain agar renovasi bisa berjalan dengan lancar.
Syarat Mengajukan KPR Renovasi Rumah
Syarat pengajuan KPR untuk renovasi rumah berbeda-beda, tergantung jenis kredit mana yang Anda ambil. Syarat umumnya antara lain adalah:
- Calon debitur merupakan WNI yang sudah berusia minimal 18 tahun atau sudah menikah
- Jika status calon debitur karyawan, pengalaman kerja yang dibutuhkan setidaknya adalah 2 tahun
- Bagi wiraswasta, pengalaman kerja yang dibutuhkan adalah 2 tahun
- Bagi pengusaha, usia maksimal saat kredit berakhir adalah 65 tahun
- Bagi karyawan, usia maksimal saat kredit berakhir adalah 55 tahun.
Selain syarat umum, kamu juga perlu mempersiapkan persyaratan berkas termasuk KK, KTP, NPWP dan lain sebagainya.
Cara Mendapatkan Kredit Renovasi Rumah
Seperti pengajuan pinjaman lain, untuk mendapatkan kredit renovasi rumah, kamu harus:
- Datang langsung ke bank atau menghubungi pihak bank terkait secara online maupun lewat telepon untuk mencari tahu persyaratannya
- Mengajukan permohonan ke bank dengan membawa kelengkapan yang diminta.
Jika kamu memenuhi syarat, pinjamanmu akan cair dan kamu bisa menggunakannya untuk melakukan renovasi rumah.
Ingin mengajukan KPR dan Pindah KPR yang lebih mudah, praktis dan cepat? IDEAL punya jawabannya! Dengan mengunduh aplikasi IDEAL, kamu akan dibantu untuk mengajukan 3 jenis KPR, yakni Primary, Secondary, maupun Take Over. Proses pengajuan dan pengisian kelengkapan data bisa dilakukan secara online ke 3 bank sekaligus! Kamu juga bisa memantau progress pengajuan KPR-mu secara real time lewat aplikasi.
Unduh aplikasi IDEAL sekarang juga atau kunjungi ideal.id untuk cari tahu informasi selengkapnya!
Written by
Read next
Other guides that might help
Common questions
Still have questions about mortgages?
Is IDEAL registered and supervised by the government regarding data security?
IDEAL has implemented strict data security and management procedures and is registered with the Ministry of Information, Communication, and Technology under permit number 001959.01/DJAI.PSE/01/2022. In addition, IDEAL has obtained ISO270001 certification within the scope of information security governance.
Is IDEAL officially registered with OJK?
IDEAL is officially registered with OJK under certification No. S-90/NB.22/2023.
How does IDEAL protect my data?
All data collected by IDEAL is processed through a fully encrypted system. The data you provide is stored within an automated system that sends it directly to the bank without human intervention to download the documents. Make sure you do not share your data outside the IDEAL application.
Explore all guides
More articles for your home journey

October 14, 20268 min read
Buying Property in Bali as a Foreigner: What It Actually Costs to Finance
Can foreigners buy property in Bali - and how do they actually pay for it? A financing-focused guide to leasehold, PT PMA, and Hak Pakai costs.

October 9, 20262 min read
Foreigner Mortgage Requirements in Indonesia (Your 2026 Checklist)
Foreigner Mortgage Requirements in Indonesia (Your 2026 Checklist)

October 9, 20262 min read
How to Apply for a Mortgage in Indonesia as a Foreigner (2026 Guide for Expats)
How to Apply for a Mortgage in Indonesia as a Foreigner (2026 Guide for Expats)

October 9, 20262 min read
Can Foreigners Get a Mortgage in Indonesia in 2026?
Can Foreigners Get a Mortgage in Indonesia in 2026?
